Tentang BPAN


Profil Singkat
BARISAN PEMUDA ADAT NUSANTARA (BPAN)

Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) adalah organisasi sayap AMAN yang bersifat otonom. BPAN berfungsi sebagai (a). Sebagai wadah berhimpunnya pemuda-pemudi adat nusantara yang merasa senasib, sepenanggungan, seperjuangan dan setujuan; (b). Sebagai wadah kaderisasi dan peningkatan kapasitas pemuda-pemudi adat nusantara; (c). Sebagai wadah untuk menampung, memadukan, menyalurkan dan memperjuangkan solidaritas dan aspirasi pemuda-pemudi adat nusantara. Organisasi dan kaderisasi pemuda adat yang diorganisir secara nasional. Anggota Barisan Pemuda Adat Nusantara adalah pemuda-pemudi adat yang berusia dari 15 tahun sampai 35 tahun yang berasal dari komunitas Masyarakat Adat di 7 region nusantara (Papua, Kepulauan Maluku, Bali-Nusra, Sulawesi, Jawa, Kalimantan dan Sumatera) yang menyetujui statuta Barisan Pemuda Adat Nusantara. BPAN dibentuk sebagai salah satu kesepakatan dalam Jambore Nasional Pemuda Adat Nusantara yang dilaksanakan tanggal 27-31 Januari 2012 dan dideklarasikan tanggal 29 Januari 2012 di Curuq Nangka, Bogor. Visi Barisan Pemuda Adat Nusantara adalah “generasi muda adat bangkit bersatu bergerak mengurus wilayah adat”. Untuk mencapai visi ini, BPAN memiliki misi sebagai berikut:

(1) Memelihara, menjaga, dan melindungi wilayah adat;
(2) Menumbuhkembangkan rasa percaya diri generasi muda Masyarakat Adat;
(3) Membangun kerjasama dan solidaritas antar generasi muda adat;
(4) Membentuk kader pemimpin generasi muda adat;
(5) Memastikan keterlibatan pemuda-pemudi adat dalam setiap proses pengambilan keputusan;
(6) Mendorong kreatifitas generasi muda adat untuk mewujudkan kemandirian ekonomi komunitas.

Struktur Organisasi

Struktur organisasi Barisan Pemuda Adat Nusantara terdiri dari:
(1) Pelindung.
Pelindung BPAN adalah Sekretaris Jenderal AMAN.
(2) Pengurus Nasional Barisan Pemuda Adat Nusantara, disingkat PN BPAN, terdiri dari:
a. Dewan Pemuda Adat Nusantara, disingkat DePAN.
DePAN adalah perutusan anggota BPAN dari 7 region (Papua, Kepulauan Maluku, Bali-Nusra, Sulawesi, Jawa, Kalimantan dan Sumatera) yang dipilih dan ditetapkan oleh region yang bersangkutan dalam Pertemuan Nasional atau nama lain.
b. Ketua Umum Barisan Pemuda Adat Nusantara, disingkat Ketum BPAN.
Untuk melaksanakan penyelenggaraan organisasi, Ketum dibantu oleh tim kerja, yang terdiri dari: Sekretaris, Bendahara, Koordinator Komisi I: Pengorganisasian, Koordinator Komisi II: Propaganda Media, Advokasi, dan Partispasi Politik. Sekretariat Nasional Barisan Pemuda Adat Nusantara berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia dan atau sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

(3) Pengurus Wilayah Barisan Pemuda Adat Nusantara disingkat PW BPAN.

Pengurus Wilayah berlokasi di ibukota provinsi. Dipimpin oleh Ketua Wilayah dan dibantu staf-stafnya. Saat ini BPAN memiliki 9 Pengurus Wilayah, antara lain: BPAN Wilayah Sumatera Utara, BPAN Wilayah Bengkulu, BPAN Wilayah Kalimantan Tengah, BPAN Wilayah Kalimantan Timur, BPAN Wilayah Kalimantan Utara, BPAN Wilayah Maluku, BPAN Wilayah Nusa Tenggara Barat, BPAN Wilayah Sulawesi Selatan, BPAN Wilayah Sulawesi Tengah dan BPAN Wilayah Sulawesi Utara.

(4) Pengurus Daerah Barisan Pemuda Adat Nusantara disingkat PD BPAN.

Pengurus Daerah berlokasi di Ibukota Kabupaten. Dipimpin oleh Ketua Daerah dan dibantu staf-stafnya. Saat ini BPAN memiliki 14 Pengurus Daerah, antara lain: BPAN Daerah Kepulauan Mentawai, BPAN Daerah Indragiri Hulu, BPAN Daerah Banten, BPAN Daerah Osing, BPAN Sembalun, BPAN Daerah Bima, BPAN Daerah Mataram, BPAN Daerah Lombok Barat, BPAN Daerah Palangka Raya, BPAN Barito Utara, BPAN Daerah Kota Waringin Barat, BPAN Daerah Minahasa Selatan, BPAN Minahasa Utara, BPAN Daerah Paser.

(5)Koordinator Muda Kampung.

Koordinator muda kampung berada di komunitas-komunitas masyarakat adat. Kordinator muda kampung ditunjuk langsung oleh Ketua Pengurus Daerah untuk mengawal organisasi dan anggota di tingkat komunitas.

Anggota

Anggota BPAN adalah pemuda-pemudi berusia 15-35 tahun yang berasal dari komunitas-komunitas Masyarakat Adat yang telah menyetujui aturan-aturan organisasi BPAN.

Program

1. Pengorganisasian, Rekrutmen anggota dan pengkaderan
2. Pendidikan dan Capacity Building
3. Pengembangan ekonomi, sosial, budaya dan penguatan wilayah adat.
4. Propaganda media
5. Partisipasi politik
6. Penggalangan dana organisasi