Di Balik Kertas

 

Tidakkah kita sadari…

Jika ada nyawa yang tertindas di selembar kertas ini?

 

Apakah kita pernah berpikir

Sekelumit kehidupan yang hilang dalam sehelai benda putih ini?

Hahahaha…

Sudah hebatkah kita hingga membuangnya sia-sia?

 

Mana?

Mana kekayaan yang kita banggakan?

Surga permai yang diagung-agungkan…

Kini hanya menjadi cerita dan angan belaka

 

Lihatlah

Kerajaan rimba kita telah musnah

Ditelan raksasa-raksasa neraka

Yang bisanya hanya membuat janji buta

Dan ketawa di atas kubangan nyawa

 

~Kezia Fitriani

Sui Utik, 19 Agustus 2016

Hutanku

Hutanku dulunya sangat lebat

Sekarang sudah gundul

Hutanku yang dulu sangat banyak pohonnya

Sekarang sudah punah

Tempat bermainku…!

Sekarang menjadi tempat perusahaan

Dan kebudayaan pun kini sudah hilang

Kami masyarakat adat ingin wilayah kami dikembalikan

Jangan ambil hak-hak kami

 

~Herlena

Tapi Itu Dulu

Mentari pagi menyinari hari

Pertanda kehidupan telah dimulai

Burung-burung terus bernyanyi

Diiringi dengan langkah kaki

Baju lusuh yang terpasang di badan

Tetap dipasang untuk membalut diri

Menuju kehidupan yang damai

Yaitu hutan yang permai

Tapi itu dulu…!

Waktu hutanku masih ada

Tapi itu dulu

Waktu aku masih kuat

Tapi itu dulu…!

Waktu kami masih bersama

Kini mentari enggan menampakkan sinar

Kini burung tak mau lagi bernyanyi

Kini semua harapan telah pergi

Dibawa perusahaan HTI…

 

~Muhamad Napis

Desaku

Oh sungaiku..

‘Ku sangat bangga dengan kejernihanmu…

Darimu aku mendapatkan kehidupan

Kamu adalah sumber kehidupanku

Tetaplah jernih supaya aku dapat

Memperoleh kehidupan yang makmur

Oh sungaiku, kamu adalah sumber kehidupan di desaku

 

~Selvia Lenta

Mantra Kematian

Gemah Ripah Loh Jinawi

Kata mereka untuk Ibu Pertiwi

Lihatlah Sumatera

Di sana banyak mantra

Matra kesejahteraan, mantra perkebunan

 

Lihatlah Kalimantan

Di sana banyak santan

Santan kelapa sawit, bubur batubara

Lihatlah Papua

Di sana banyak emas

Emas berkilauan, emas permasalahan

 

Gemah ripah loh jinawi

Demikian mereka sebut untuk menyakiti Ibu Pertiwi

 

~Jakob Siringoringo

 

 

Hilang

Hidupku ini merasa kehilangan

Hidupku ini merasa tertindas

Hidupku ini merasa disingkirkan

 

Dulu hidupku kaya

Dulu hidupku indah

 

Sekarang semuanya hilang

Di mana aku harus mencari

Kepada siapa aku harus berteduh

Semua yang aku punya sudah musnah

Kini hidupku sedih

Kini hidupku sengsara

 

Terasa tak ada gunanya

Aku hidup di dunia ini

~Hildagardis Urni

Kau adalah Kekuatanku

Memandang keindahanmu setiap saat

Memberikan kedamaian dalam jiwa

Menyejukkan hati yang gersang

Tak pernah terbayang jika aku

Akan kehilanganmu

Tak pernah aku ingin meninggalkanmu

Tahun-tahun berlalu kita masih bersama

Engkau terus menguatkanku

Dengan keindahan yang kau miliki

Engkau memberikan kehidupan

Yang selalu aku butuhkan

Namun kini hatiku begitu sulit

Begitu terluka dan kecewa

Melihatmu telah hilang diambil

Orang-orang yang tamak

Oh…. hutanku kehilangan akan

Dirimu kembali menguatkanku

Untuk merebutmu kembali ke pangkuanku

Takkan rela aku jika engkau menangis

Karena ulah mereka

Hutanku kaulah kekuatanku

 

~Katharina Megawati

 

Tangisan Bumi

Dulu aku masih utuh

Hijau dan dapat membantu

Memberi semangat

Memberi semuanya

Kesejukan

Alunan kicau burung masih menghibur

Kini aku dirusak

Badanku terasa sakit-sakit

Semuanya telah hilang

Apa yang harus kuberi

Tolong-tolong selamatkan aku dari bahaya ini

 

~Samsudin

BARISAN PEMUDA ADAT NUSANTARA

MENJADI PEMUDA ADAT

KONTAK KAMI

Sekretariat BPAN, Alamat, Jln. Sempur, Bogor

officialbpan@gmail.com

en_USEnglish
en_USEnglish