Kader AMAN di Sabaki Sedang Dorong Pengakuan Hutan Adat

Bpan.aman.or.id LEBAK – Jaro Citorek Barat Jajang mengatakan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bisa rebut kebijakan lewat politik di tingkat level Desa, (14/1) sekira pukul 19.00 WIB. Dia mengatakan bahwa kebijakan yang dirasa sederhana tapi harus diperjuangkan itu di Desa.

“Wilayah adat yang letaknya di beberapa Desa, tentu itu harus melibatkan aparat Desa, maka dari itu AMAN harus dorong benar-benar kalau ada kadernya yang akan maju menjadi kepala Desa dan saya salah satu kader adat yang didorong oleh AMAN,”tegas Jajang.

Menurut mantan Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (DAMANAS) Region Jawa ini mengatakan bahwa di wilayah adatnya yang akan sekarang diajukan hutan adatnya itu terletak di lima Desa, hal itu tentu sudah pasti lobi komunikasi politik di tingkat Desa juga harus kita mainkan dan konsolidasinya harus diperkuat.

Baca juga : Kadus Cimapag Minta AMAN Doakan Korban Bencana Longsor di Sinaresmi

“Kebijakan politik di Desa dalam melakukan pemetaan batas-batas wilayah tentu harus kita mainkan, ini saya harus melobi ke empat desa lain agar mereka setuju tentang penetapan hutan adat,”tutur Jajang.

Dikatakan Jajang, dirinya juga ikut telibat dalam mendorong perda adat di Kabupaten Lebak pada tahun 2015, menurut Jajang kalau pemerintah daerah tidak kita duduki orang lain belum tentu juga paham tentang masalah di masyarakat adat.

“Untuk di Sabaki ada tujuh kader adat yang menjadi jaro dan mereka sekarang sedang memperjuangkan perintah kasepuhan di Desa yang mempunyai wilayah adat,”tutur Jajang.

Jajang mengatakan di Lebak ada sekitar tujuh kader aman yang sukses merebut kepala Desa, diantaranya ialah di Desa Citorek, Cirompang, Sindangraya, Cikadu, Cisungsang, Cibararani dan Kasepuhan Karang, “Kami ada dua tanggungan yang harus dikerjakan, yang pertama tugas dari kasepuhan karena kami dilantik dengan menggunakan upacara adat dan harus sanggup menjalankan janji yang telah disepakati. Selanjutnya mandat negara yang harus dilaksanakan karena ini juga penting,”tegas Jajang.

Jajang menjelaskan bahwa sebagian wilayah adat yang sedang diajukan juga masih diklaim taman nasional, tapi menurunya itu sedang kita urus dan sudah dipetakan bahwa wilayah yang diklaim itu bukan milik taman nasional. Jajang juga berharap kepada AMAN agar senantiasa memberikan pemahaman-pemahaman polotik kepada kader-kader dari anak muda agar kedepannya terbiasa dengan situasi politik.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*