BPAN Kalbar Menghadiri Acara Temenggung International Conference di Kabupaten Sintang”

Aman.bpan.or.id – Anggota dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN Wilayah Kalimantan Barat Franciskus Xaverius Govin dan Yupenalis Ayub di kediaman Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Sintang Temenggung, atau sebutan lain untuk di daerah atau binua lain, adalah seorang fungsionaris yang menegakkan hukum adat Dayak. Sebagai seorang temenggung, dia menegakkan hukum adat dengan cara menimbang dan memutuskan hukum adat dan sanksi adat dengan sepatut-patutnya, seadil-adilnya dan dengan seimbang-imbangnya.

Dengan demikian, temenggung adalah penegak hukum adat dan pemutus sanksi atas hukum adat. Temenggung bekerja di wilayah atau binua hukum masyarakat adat. Kalau temenggung dianggap masih ada, maka masyarakat adat masih ada. Atau sebaliknya, jika masyarakat adat masih ada, maka temenggung dengan sendirinya pun masih ada.

Franciskus Xaverius Govin, Salah satu Pengurus dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kalimantan Barat. Turut Menghadiri undangan “Temenggung International Conference” yang di selenggarakan pada 28-30 November 2018 di Kabupaten Sintang.

“Saya merupakan salah satu dari sekian banyak Pemuda atau calon generasi penerus, dan merasa kita sebagai pemuda wajib tau dan mendalami cerita sejarah Adat Isitiadat, Budaya kita, seperti “Temenggung” ini. Mungkin banyak anak muda saat ini yang tidak mengetahui apa itu Temenggung, apa fungsi Temenggung.” ujarnya…

Konferensi Temenggung ini diselenggarakan sebagai satu dari sekian banyak upaya untuk mengangkat ke permukaan keberadaan temenggung kepada khalayak ramai, terutama
kepada masyarakat adat Dayak. Melalui Konferensi ini, keberadaan temenggung
diharapkan semakin dikenal, diketahui, dihormati dan dihargai.

Selain itu, melalui Konferensi ini juga diharapkan dapat dibentuk satu organisasi temenggung bertaraf internasional atau bertaraf Kalimantan dan Borneo. Organisasi ini kelak bisa menjadi
wadah untuk berkomunikasi di antara sesama temenggung untuk memperkaya dan mempertajam strategi dan pemurnian penengakkan hukum adat Dayak.

Keberadaan organisasi yang akan dibentuk melalui Konferensi ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan organisasi atau lembaga Dayak yang lain, sebagai mitra yang saling
melengkapi, bukan sebagai pesaing. Lembaga atau organisasi yang akan dibentuk melalui konferensi ini, kelak akan bertugas menegakkan hukum adat Dayak yang menunjukkan suatu keteraturan dan keharmonisan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui
lembaga tersebut, hukum adat Dayak akan terus dijaga, dilestarikan, diaktualisasikan dan dipertahankan.

Yupenalis Ayub yang juga pengurus dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kalimantan Barat ikut hadir dalam acara tersebut sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Saya secara pribadi berterimakasih pada para Tokoh-Tokoh Dayak, saya merasa ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai kaum muda Dayak, guna mengasah dan memperdalam pemahaman Pemuda Dayak salah satunya mengenai keberadaan asal usul “Temenggung” ditengah Perkembangan Jaman yang begitu cepat.” Pangkasnya

Franciskus Xaverius Govin dan Yupenalis Ayub, yang menghadiri Kegiatan tersebut mewakili Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kalimantan Barat, mengucapkan banyak sekali Terima Kasih kepada para Panitia, Tokoh-Tokoh Dayak, dan semua yang terlibat dalam acara ini termasuk para tamu Sedarah Dayak dari Negeri tetangga seperti Sabah, Sarawak, Brunei, Philipina, Taiwan

Mereka juga sangat berharap dan menghimbau agar para Pemuda saat ini dapat bersatu-padu, jangan cuek/apatis dalam menjaga, melindungi, melestarikan adat istiadat, budaya, sesuai dengan kearifan lokal di binua/wilayah nya masing-masing, karna itu titipan Leluhur, mari kita mempertahankan titipan leluhur itu bersama-sama guna Keberlangsungan Hidup kita bersama.

Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kalimantan Barat merupakan salah satu Organisasi Sayap Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang bersifat otonom.

Penulis : Sekum BPAN Kalbar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*