BPAN Nusa Bunga Dideklarasikan, Kanisius Laka Dikukuhkan menjadi Ketua Periode 2016-2019

IMG_0681
Ketua BPAN Nusa Bunga terpilih Kanisius Laka memberikan sambutan atas pengukuhannya memimpin BPAN Wilayah Nusa Bunga. (Dok: AMAN Nusa Bunga)

Sabtu, 07 Mei 2016 – Atas berkat Tuhan Yang Maha Esa serta penyertaan leluhur masyarakat adat, akhirnya Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Nusa Bunga dideklarasikan, Sabtu pekan lalu. Pada kegiatan ini juga dilakukan pengukuhan Kanisius Laka menjadi Ketua BPAN Wilayah Nusa Bunga Periode 2016-2019 oleh Ketua Umum Barisan Pemuda Adat Nusantara Jhontoni Tarihoran.

Pada acara pengukuhan ini turut hadir Ketua BPH AMAN Nusa Bunga yang juga anggota DPRD Kabupaten Ende Philipus Kami. Selain itu, ada juga beberapa utusan organisasi kemahasiswaan dan pemuda Gereja seperti LMND, GMNI, PMKRI, HMMT dan OMK.

Dalam sambutannya Ketum BPAN Jhontoni Tarihoran mengatakan bahwa pemuda adat harus bangga dengan budayanya, bangga dengan atribut adatnya dan menjadi pelaku dari nilai-nilai yang telah diwarisi dari leluhur masyarakat adat.

“Pemuda adat harus menolak penyebutan masyarakat adat sebagai masyarakat terbelakang. Kita punya semangat untuk menang, menentang yang salah. Pemuda adat bangga berbudaya, bangga mengenakan atribut atau pakaian adat dan melakukan nilai-nilai dan pola hidup yang diajarkan oleh tetua-tetua adat. Bagi kita tetua adat menjadi guru agar kita menemukan kembali pintu pulang ke jati diri kita yang sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua BPH AMAN Nusa Bunga sekaligus penasehat BPAN Nusa Bunga Philipus Kami mengatakan bahwa pemuda adat harus cinta kepada wilayah adatnya. Cinta itu jugalah yang akan menggerakkan pemuda adat untuk berjuang dengan cerdas dan semangat.

“Karena cinta tanahnya, cinta hutannya, cinta lingkungannya, kita sebagai pemuda adat harus berani untuk itu. Harus berani dalam memperjuangkan cinta kita tadi. Untuk itulah BPAN menyatukan satu visi pemuda adat di seluruh nusantara untuk kembali bangkit mencintai tanahnya dan tidak boleh diganggu oleh orang lain. Barisan Pemuda Adat Nusantara Nusa Bunga hari ini telah lahir. Ini harus dirawat dengan baik, dipupuk sehingga menjadi cerdas, kuat dan berkualitas. Hari ini juga kita telah bersepakat untuk pulang kampung,” tegas Philipus.

Sebelumnya di gedung PSE Kota Ende, Nusa Tenggara Timur pemuda adat yang berasal dari tiga wilayah di Flores: Barat, Tengah dan Timur melakukan pertemuan. Pada pertemuan ini dilakukan Sarasehan tentang peran pemuda adat untuk mendorong terwujudnya Pengakuan, Perlindungan dan Penghormatan terhadap Masyarakat Hukum Adat.

Sebelum kegiatan Sarasehan utusan pemuda adat dari beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur ini melakukan parade dari Monumen Pancasila Kota Ende menuju tempat kegiatan. Parade dilakukan untuk menyatakan kepada masyarakat Ende bahwa pemuda adat di Nusa Bunga telah bersepakat untuk bangkit, bersatu dan bergerak menjadi  bagian dari perjuangan masyarakat adat. Dengan mengenakan pakaian adat pemuda-pemudi berjalan kaki dan berorasi menyuarakan tuntutan kepada pemerintah. Adapun tuntutan tersebut seperti berikut ini:

  1. Segera sahkan RUU Masyarakat Adat menjadi UU!
  2. Presiden Jokowi segera tandatangani Satgas Masyarakat Adat!
  3. Segera sahkan Perda Masyarakat Adat di Kabupaten Ende!
  4. Mendeseak pemerintah se-NTT untuk tidak melakukan tindakan diskriminasi dan perampasan terhadap hak-hak masyarakat adat.

жжж

 

[BPAN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *