Menelusuri Jejak Leluhur: Pusaka dari Payang #3

 

Potensi Ekonomi Kerajinan Tangan Berbasis Hasil Hutan

Mandiri secara ekonomi akan tercapai jika sumber daya alam yang ada di wilayah adat komunitas terhindar dari pengrusakan wilayah adat seperti hutan dan bisa dimanfaatkan menjadi sumber potensi ekonomi tanpa melukai alam yang lestari. Salah satu komunitas yang cukup memiliki sumber daya alam hutan adalah komunitas Payang di Kalimantan Tengah. Dengan luasan ± 40.000 ha, komunitas Payang sangat tergantung dengan sumber daya alamnya dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu komoditi yang sangat menunjang kehidupan masyarakat adat Payang adalah rotan. Komoditi ini paling banyak ditemukan di dalam hutan yang ada di Payang. Masyarakat adat Payang yang sehari-harinya sebagai petani banyak menghabiskan waktunya untuk mencari rotan di hutan.

Setelah rotan dicari dan dikumpulkan, rotan tersebut langsung di-kenoye (membuang kulit ari rotan), kemudian dijemur minimal tiga hari sampai menjadi kering, lalu ruas rotannya dibersihkan menggunakan parang. Setelah itu rotan tersebut dibelah dan langsung dianyam. Anyaman-anyaman yang bisa dihasilkan dari rotan ini berbagai macam seperti:

(A) Gawang (Anjat)

Gawang/Anjat merupakan anyam-anyaman yang terbuat dari rotan dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang.

 

Jenis-jenis Gawang/Anjat

(a) Gawang Lemuten (anjat rapat)

Anjat jenis ini digunakan untuk menyimpat alat perabotan jika seseorang mau melakukan perjalanan jauh

(b) Gawang Rahau (Anjat Jarang)

Anjat jenis ini dipakai untuk menyimpan bekal/hasil pada saat melakukan perburuan atau memancing ikan. Anjat jenis ini pada zaman dulu dipakai untuk menyimpan barang-barang pada saat laki-laki meminang perempuan.

(c) Gawang Bura (Anjat Polos)

Anjat jenis ini mempunyai fungsi yang fleksibel, karena anjat ini bentuknya sama dengan anjat rapat hanya saja anjat jenis ini tidak diwarnai seperti anjat rapat.

 

Gawang (Anjat) ini mempunyai motif bermacam-macam seperti :

(1) Wakai Joyak/Akar Runtuh

(2) Daun Kayas

(3) Alan Ayan Soe/Jalan Semut

(4) Sempulang Anyang. Sempulang adalah anting, Anyang adalah nama manusia

(5) Kansip Leka (Alat untuk membelah pinang)

(6) Lematek Tuet (Lintah Duduk)

(7) Maten Punei (Mata Burung Punei)

(8) Kana adalah motif yang berbentuk seperti orang yang memegang pinggang

(9) Tyong Tempu adalah motif yang berbentuk burung terbang

 

(B) Apai (Tikar)

Tikar adalah alas yang bisa digunakan sebagai alas tidur, jemuran padi, taplak meja, alas ritual adat, alas duduk pada saat acara perkawinan menurut kepercayaan Kaharingan

(C) Keba

Keba adalah sebuah alat yang digunakan oleh masyarakat adat Payang untuk membawa kayu bakar, membawa hasil buruan, dan untuk membawa padi.

(D) Bisan (Lanjung)

Bisan/lanjung adalah alat yang digunakan untuk membawa barang-barang yang dibutuhkan.

(E) Topi

Topi adalah alat untuk menutup kepala agar terhindar dari sengatnya matahari.

(F) Dompet

Dompet adalah alat yang digunakan untuk menyimpan uang.

(G) Tas

Tas adalah alat yang bisa digunakan untuk menyimpan alat tulis, dan lain-lain.

(H) Balawit (Tali Parang)

Bawit/tali parang adalah alat yang dugunakan untuk mengikat parang agar bisa digantung.

(I) Kepinggang (Ikat Pinggang)

Kempinggang/ikat pinggang adalah alat yang digunakan sebagai penahan celana.

(J) Kursi

Kursi adalah alat yang digunakan sebagai tempat duduk jika ada tamu.

(K) Siur (Tangguk)

Siur/tangguk adalah alat yang digunakan untuk menangkap ikan secara tradisional.

 

Uniknya semua anyam-anyaman di atas terbuat dari rotan dan itu bisa menjadi pengembangan ekonomi kreatif masyarakat adat yang ada di komunitas adat Payang.

Kesyadi Antang

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *