Tarian Adat Ngocin

Jakarta (23 /4/2016) - Dalam rangka ulang tahun ke-41 Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, salah satu perwakilan dari Kalimantan Tengah yakni Kabupaten Murung Raya turut mengisi perayaan itu dengan menggelar kegiatan Explore Exotica of  Borneo: Promosi Unggulan Daerah Melalui Pentas Tari dan Musik Tradisional Kabupaten Murung Raya Tahun 2016.

“Kegiatan ini untuk mengisi promosi unggulan daerah. Kabupaten Murung Raya memiliki potensi seni-budaya serta potensi wisata yang sangat layak kita promosikan,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Seni Budaya, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Murung Raya, Regita.  

Dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu kesempatan untuk mengenalkan produk unggulan, mereka menampilkan tarian adat: Ngocin. Nama tarian ini diambil dari bahasa Siang.

 

Tarian Adat Ngocin adalah tarian adat yang menceritakan tentang kearifan lokal dalam menangkap ikan secara tradisional. Alat penangkapan ikan yang digunakan yakni  Sauk /Tangguk, Buwu/Tokalak (perangkap ikan) terbuat dari bambu; Sepakang (tombak) penangkap ikan, Jala dan Rengge (jaring ikan). Semua alat ini ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistim dan pencemaran air.

Secara nilai tradisi adat-istiadat menurut kepercayaan masyarakat Dayak Uut Danum Kabupaten Murung Raya mengandung makna bahwa segala sesuatu dikerjakan harus dilandaskan pada keyakinan dan kepercayaan kepada Tuhan sebagai pencipta alam. Karena itu mereka selalu menjaga kelestarian lingkungan, mahluk hidup dan alam semesta, dengan tidak menggunakan bahan dan perlatan yang dapat merusak ekosistem lingkungan hidup di sekitar mereka.

Kegiatan Explore Exotica merupakan promosi dalam mempertahankan kearifan lokal seperti halnya tari Ngocin.

Hantingan, anggota BPAN Kalimantan Tengah, mengatakan dengan adanya pentas tarian adat Ngocin itu sebagai promosi, maka semua orang bisa tahu bahwa kehidupan masyarakat adat masih menggunakan alat penangkapan ikan secara tradisional dengan menggunakan Sauk dan Buwu. Sehingga kearifan lokal selalu dijaga dengan baik. Hal ini bertujuan mengantisipasi perkembangan dari luar yang mengancurkan dan merusak kearifan lokal dan budaya.

Hadir dalam acara ini antara lain istri Bupati Murung Raya Lynda Kristiane, Kepala Anjungan Kalteng TMII Singkap, Ketua Dewan Adat Dayak Jabodetabek Putin Manirawan.

Ferddy Siwele

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *