Wadah Gerakan Pemuda Adat Kalimantan Barat Terbentuk

Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) sebagai salah satu sayapnya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menggelar kegiatan konsolidasi, pemilihan dan pembentukan pengurus wilayah Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut berlangsung dari Jumat sampai Sabtu (14-15/9/2012) yang dikoordinir oleh Barisan Pemuda Adat (BARA) AMAN Kalbar bertempat di rumah Betang Lingga, Sei Ambawang, Kubu Raya.

Hari itu, Jumat (14/9/2012), suasana di sekitar rumah Betang Lingga yang persis berada di lintas jalan trans Kalimantan tampak lain dari biasanya. Para kaum muda dan tua tampak kompak. Kehadiran mereka ditempat itu bukan untuk melaksanakan kegiatan gawai Dayak ataupun kegiatan lainnya. Namun hari itu rupanya ada pembukaan hajatan besar yang bertajuk pertemuan wilayah I Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), Kalimantan Barat.

Pertemuan tersebut merupakan kali pertama dalam sejarah barisan pemuda adat di Kalbar. Adapun tema dalam kegiatan itu “Peran Pemuda Adat Dalam Rencana Strategis Melestarikan Adat dan Budaya di Kalimantan Barat”. Tepat pukul, 09.00 Wib acara pembukaan pun dimulai. Sedianya acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotein. Namun, karena kesibukan menjalan tugas-tugas yang tidak bisa ditinggalkan, acara pembukaan pun digantikan oleh Abdi Akbar selaku Kepala Departemen Penguatan Organisasi Anggota dan Jaringan Strategis pengurus pusat BPAN.

Prosesi pembukaan pun diawali dengan penyambutan tamu undangan ketika akan memasuki kompleks rumah Betang Lingga. Tampak seorang kepala adat membacakan doa-doa seraya membaca mantra dan menaburkan beras kuning. Sambil mengoleskan kunyit ke dahi para tamu, sementara itu para penari dari Dayak Sanggar Muara Talino, dengan sigap beratraksi sambil berlenggak-lenggok. Jauh di rumah Betang sudah bergema musik dengan hentakannya yang merdu. Abdi Akbar pun didaulat untuk memotong sebatang tebu yang sudah dilintangkan di tengah jalan dengan sebilah Mandau. Dengan sekali tebasan “bless” putuslah sebatang tebu muda itu. Kemudian para rombongan pun diajak bersama-sama untuk memasuki rumah betang. Sementara di depannya para penari terus berlenggak lenggok dengan lemah gemulai.

Upacara tersebut dinamakan Bapipis, yakni upacara ritual penyambutan tamu khas dayak Kanayatn Ambawang. Setelah sampai di Betang dilanjutkan dengan upacara Nyangahatn oleh Timangkong sebagai pertanda supaya kegiatan tersebut berjalan dengan lancar tanpa gangguan dan kendala-kendala. Sebelum acara adat Nyangahatn dimulai dilakukan seremonial pembukaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh para siswa/siswi SMA Katolik Talino, Sei Ambawang dengan diikuti oleh para hadirin. Yulidas selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, sebelum kegiatan itu berlangsung pihaknya merasa pesimis bisa terlaksana dengan baik.

Namun berkat semangat dan kerja keras semua pihak akhirnya bisa berjalan dengan dengan lancar. “Awalnya saya pesimis acara ini akan terlaksana seperti ini,”kata Yulidas dalam sambutan pembukaannya.

Pada kesempatan itu juga semua pihak yang hadir diajak untuk mengheningkan cipta untuk mengenang tokoh AMAN dan juga pejuang masyarakat adat, Surjani Alloy. Menurut Gloria Sanen, kegiatan pertemuan pemuda adat wilayah Kalbar ini memang merupakan ide dan keinginan yang sudah lama dari almarhum Surjani Alloy selaku ketua BPH AMAN Kalbar.

”Pak Surjani Alloy sudah lama menyampaikan gagasan ini. Dan beliau ingin agar para pemuda adat semakin menguatkan solidaritas. Meskipun pada hari ini beliau sudah tidak lagi bersama-sama dengan kita, namun gagasan dan cita-cita beliau akhirnya bisa diwujudkan. Kita patut menghargai dan meneruskan perjuangan beliau,”ujar Gloria Sanen dalam sambutannya.

Sedangkan yang mewakili Ketua Umum BPAN, Abdi Akbar, menyambut baik dilaksanakannya kegiatan tersebut. Menurutnya sangat penting sekali menguatkan organisasi para pemuda adat di seluruh Nusantara. “Saya merasa bangga pada hari ini bisa datang di tengah-tengah para pemuda adat di wilayah Kalbar. Saya baru sekali ini datang ke tanah Borneo. Organisasi pemuda adat yang merupakan sayap AMAN merupakan bagian penting, guna mendukung dan memperjuangkan nasib masyarakat adat. Khususnya para pemuda adat,”ujarnya.

Ia pun mengapresiasi kerja keras para panitia dan AMAN Kalbar yang bisa menyelenggarakan acara pertemuan wilayah BPAN dengan lancar dan sempurna. Setelah selesai semua kata sambutan, kemudian dilakukan pemukulan Gong sebanyak tujuh kali oleh Abdi Akbar sebagai pertanda dimulainya kegiatan pertemuan wilayah I BPAN Kalbar. Setelah selesai acara pembukaan. Pada siangnya diadakan seminar setengah hari yang menghadirkan para narasumber, yakni Pelaksana Tugas (PLT) Badan Pengurus Harian (BPH) AMAN Kalbar Aga Pitus, Timangokng Binua Sunge Samak Sa’ena dan Timangokng Sunge Manur / Koala Mandor Adrianus Adam Tekot. Para peserta pertemuan BARA Kalbar berfose bersama rumah di Betang, Lingga-Kubu Raya.

Kegiatan seminar tersebut diiikuti oleh perwakilan dari komunitas pemuda adat seluruh daerah yang ada di Kalbar. Seperti Ngabang , Ambawang, Singkawang, Sekadau dan sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa di Pontianak. Semua peserta yang hadir pun tampak antusias mengikuti acara tersebut. Sedangkan pada malam harinya, diadakan pertunjukkan seni tari dari sanggar Muara Talino dan paduan suara dari para siswa SMA Katolik Talino, Sei Ambawang. Tak ketinggalan pula disuguhkan dengan pemutaran film dokumenter tentang lingkungan. Warga sekitar pun berbondong-bondong untuk menyaksikan acara tersebut.

Di sekitar rumah Betang pun mendadak ramai baik tua maupun muda ingin bersama-sama ikut ambil bagian di dalamnya. Esoknya, Sabtu (15/9/2012) kegiatan acara inti berupa konsolidasi pertemuan wilayah I BPAN Kalbar pun dimulai. Tahapan pembahasan terhadap berbagai hal tentang keorganisasian pemuda adat pun dimulai, seperti pembahasan AD/ART, tata tertib sidang. Semua peserta yang hadir pun memberikan masukan dan saran terhadap segala peraturan yang menyangkut BPAN Kalbar ke depannya. Suasana pun menjadi alot dengan perdebatan-perdebatan. Setelah melalui proses pembahasan dan perdebatan yang sangat alot seharian, akhirnya pada sore harinya, tibalah kepada prosesi pemilihan siapa yang akan memimpin BPAN Kalbar mendatang? Sejumlah nama pun sempat diusulkan.

Akhirnya semua peserta secara aklamasi sepakat untuk memilih Yulidas dan Adrianus Suwandi. Masing-masing sebagai ketua dan wakil ketua BPAN AMAN Kalbar. Salah satu program kerja Yulidas ke depannya, yakni akan merangkul seluruh elemen masyarakat adat untuk semakin mencintai terhadap adat dan tradisi budaya dan akan berprinsip dan berpegang teguh kepada UUD 1945 dan Pancasila dalam menjalankan tugas. “Ke depan kita coba rangkul pemuda adat dan masyarakat adat guna menumbuhkembangkan kecintaan, kepedulian dan mampu mengimplementasikan adat istiadat dan budaya di tengah-tengah modernisasi. Dan tetap memegang teguh UUD 1945 dan Pancasila karena jelas kita adalah warga Negara Indonesia,” kata Yulidas. Kini di pundak merekalah segala perjuangan dan cita-cita mulia para pemuda adat di Kalbar digantungkan harapan. Semoga tetap semangat dan terus berjuang. Proviciat dan selamat!

 

Yogi Pusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *